MANUSIA
DAN KEBUDAYAAN
Ø MANUSIA
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari
banyak
segi. Dalarn ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari
partikel-partikel
atom
yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu
kimia),
manusia
merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sarna
lain
dan
merupakan kumpulan dari energi (ilmu Fisika), manusia merupakan mahluk biologis
yang
yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi). manusia
merupakan mahluk
sosial
yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi). mahluk yang selalu ingin
mempunyai
kekuasaan (politik). mahluk yang
berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat).unsur-unsur yang membangun manusia.Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk
menjelaskan tentang unsur-unsuryang membangun manusia
1)
Manusia itu terdiri dari
empat unsur yang saling terkait, yaitu:
a.
Jasad, yaitu : badan kasar
manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba dan
difoto,
dan menempati ruang dan waktu ( hal 62)
b.
Hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang
ditandai dengan gerak (hal 66)
c.
Ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan,
daya yang bekerja secara spiritual dan
memahami
kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang
menjadi
pusat lahirnya kebudayaan (hal 77)
d.
Nafs, dalam pengertian
diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri (hal79).
( Asy'arie, 1992 hal : 62-84)
2)
Manusia sebagai satu
kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a.
Biologis (Id), yang
merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak,Id
merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang
irrasional dan terkait dengan sex, yang
secara instingtual menentukan proses-proses
ketidaksadaran (unconcious). Id tidak
berhubungan dengan lingkungan luar diri,
tetapi terkait dengan struktur lain
kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator
antara insting Id dengan dunia luar. kesenangan ditentukan oleh
tahap psikoseksual dari perkembangan
individual,
b. Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian
yang pertama kali dibedakan dari
Id, seringkali disebut sebagai
kepribadian "eksekutif" karena peranannya dalarn
menghubungkan energi Id ke dalam saluran
sosial yang dapat dimengerti oleh orang
lain. Perkembangan ego terjadi antara
usia satu dan dua tahun, pada saat anak secara
nyata berhubungan dengan lingkungannya. Ego diatur oleh prinsip
realitas, Ego
sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku
sehingga dorongan
instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima.
c. Superego, merupakan struktur kepribadian
yang paling akhir, muncul kita-kira pada
usia lima tahun.
Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal
dalam diri individu, superego terbentuk
dari lingkungan eksternal. Jadi superego.
merupakan kesatuan standar-standar moral
yang diterima oleh ego dari sejumlah
agen yang mempunyai otoritas di dalam
lingkungan luar diri, biasanya merupakan
asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua. Baik aspek negatif
maupun positif
dari standar moral tingkah
laku ini diwakilkan atau ditunjukkan oleh superego.
Kode moral positif disebut
ego ideal. Kesadaran membentuk aspek negatif dari superego.
dan menentukan hal-hal
mana yang termasuk dalam katagori tabu. yang mengatur
bahwa penyimpangan dari
aturan tersebut akan menyebabkan dikenakannya sangsi.
Superego dan Id berada
dalam kondisi konflik langsung. dan ego menjadi penengah
atau mediator. Jadi superego
menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu
menghasilkan
kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terintemalisasi.
(Freud. dalam Brennan.
1991; hal 205-206)
Ø HAKEKAT MANUSIA
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai
satu kesatuan
yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak
abadi.
Jika manusia itu meninggal, tubuhnyahancur
dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh,
tidak
dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi.jika manusia
meninggal,
jiwa
lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami
kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai
penggerakdan sumber
kehidupan.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan
dengan mahluk lainnya.
Kesempumaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia
dilengkapi oleh
Penciptanyadengan
akal, perasaan,dan kehendakyang terdapatdidalamjiwa manusia. Dengan
akal
(ratio) manusia rnampu menciptakanilmu pengetahuandan teknologi. Adanya nilai
baik
dan
buruk, mengharuskan manusia mampu rnempertimbangkan menilai dan berkehendak
menciptakan
kebenaran, keindahan. kebaikan atau sebaliknya. Selanjutnya dengan adanya
perasaan,
manusia mampu menciptakan kesenian. Daya
rasa (perasaan) dalam diri manusia
itu
ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalahrangsangan jasmani
melalui pancaindra. tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau
binatang.
Perasaan
rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia
misalnya
:
1) Perasaan intelektual.yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang
merasa
senang atau puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang
atau
tidak puas apabila ia tidak
berhasil mengetahui sesuatu.
2) Perasaan estetis.yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan. Seseorang merasa
senang
apabila ia melihat atau mendengarsesuatuyang indah, sebaliknyatimbul perasaan
kesal
apabila tidak indah.
3) Perasaan etis.Yaituperasaanyang berkenaandengan kebaikan.Seseorangmerasa senang
apabila
sesuatu itu baik, sebaliknya perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.
4) Perasaan diri. yaitu perasaan yang
berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan
dari
yang lain. Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa
tinggi,
angkuh, dan sombong, sebaliknyaapabila
ada kekuranganpada dirinya ia merasa rendah
diri
(minder)
5) Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaandengan kelompok atau korp atau hidup
bermasyarakat,
ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila
orang berhasil, ia ikut
senang, apabila orang gagal, memperoleh musibah, ia
ikut sedih.
6) Perasaan religius,yaitu perasaan yang berkenaan dengan
agama atau kepercayaan.
Seseorang
merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi
segala
perintah - Nya dan menjauhi larangan - Nya.
Adanya
kehendak dari setiap
manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan
menurut
moral.
c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi
faktor-faktor hayati dan
budayawi.
Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi
atau
faal, biokimia. psikobiologi. patologi, genetika, biodemografi, evolusi
biologisnya, dan
sebagainya.
Sebagai mahluk budayawi
manusia dapat dipelajari dari segi - segi :
kemasayarakatan,kekerabatan,psikologi sosial,
kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan
sebagainya.
d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan Iingkungan ekologi,
mempunyai
kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaardseorangfilsuf Denmarkpeloporajaran"eksistensialisme"memandang
manusia
dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan
lingkungannya
(ekologi). memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah .

6. subsadar
5. kesadaran yang tak dinyatakan
3. lingkungan hubungan karib
2. lingkungan hubungan
berguna
1. lingkungan hubungan jauh
0. dunia luar
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Apabila kita berbicara tentang kebudayaan, maka kita langsung
berhadapan dengan
pengertian
istilahnya. Pengertian kebudayaan menyangkut bermacam-rnacam definisi yang
telah
dipikirkan oleh sarjana-sarjana bidang sosial budaya diseluruh dunia.
Dua orang antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herkovits dan
Bronislaw
Malinowski
mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat
di
dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat
itu.
Herkovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan
yang
turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus. Walaupun orang-orang yang
menjadi
anggota
masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan kematian dan kelahiran. Pengertian
kebudayaan
meliputi bidang yang luasnya seolah-olah tidak ada batasnya. Dengan demikian
sukar
sekali untuk mendapatkan pembatasan pengertian atau definisi yang tegas dan
terinci
yang
mencakup segala sesuatu yang seharusnya termasuk dalam pengertian tersebut. Dalam
pengertian
sehari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama
seni
suara dan seni tari.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal
dari kata budhayah
yang
berarti budi atau akal. Dalam
bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere. yang
berarti
mengolah tanah. jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai
"segala sesuatu
yang
dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah
atau
tempat
tinggalnya., atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat
melangsungkan
dan
mempertahankan hidupnya di dalamlingkungannya ". Budaya dapat pula diartikan sebagai
himpunan
pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan
secara
sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu (Keesing, jilid I.
1989;
hal
68)
Kebudayaan dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang
sifatnya
material, seperti peralatan-peralatan kerja dan teknologi, maupun yang
non-material,
seperti
nilai kehidupan dan seni-seni tertentu.
Seorang antropolog yaitu E.B.Tylor ( 1871 ) mendefinisikan
kebudayaan sebagai
berikut
:
Kebudayaan adalah kompleks
yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan
lain serta kebiasaan - kebiasaan yang didapatkan
oleh manusia sebagai anggota masyarakat.Dengan
perkataan
lain
kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia
sebagai
anggota
masyarakat.
Selo Sumarjan dan
Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua
hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan
kebudayaan
kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk
menguasai
alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.
Rasa
yang meliputi jiwa manusia, mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai
sosial
yang perlu untuk mengatur masalah masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas.
Didalamnya
termasuk misalnya agama, ideologi, kebatinan, kesenian dan semua unsur yangmerupakan
hasil ekpresi jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat. Cipta
merupakan
kemampuan mental. kemampuan berpikir orang-orang yang hidup bermasyarakat
dan yang
antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan.
Sutan Takdir Alisyahbana
mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari
cara berpikir, hal ini amat luas apa
yang disebut kebudayaan sebab semua laku dan perbuatan
tercakup
di dalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir, perasaan juga
maksud
pikiran.
Koentjaraningrat
mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan
gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan
belajar beserta
keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan, bahwa
kebudayaan adalah menifestasi
atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-Iuasnya.
C.A.Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai
manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap
kelompok orang-orang,
berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu
saja ditengah alam,
melainkan selalu mengubah alam.
Kroeber dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan; kebudayaan
terdiri atas
berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang
diperoleh
dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun
pencapaiannya secara
tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan
benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi
dan cita-cita atau
paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.
Ø UNSUR - UNSUR KEBUDAYAAN
Untuk lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah
lain yang
menyangkut
kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur. Yang dimaksud dengan
unsur
disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan lebih
mengandung
makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di
dalamnya.
C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of
Culture
mengemukakan,
bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal,yaitu :
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan).
Merupakan produk manusia sebagai homo religieus. Manusia yang
memiliki
kecerdasan
pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat
kekuatan
lain yang maha besar. Karena
itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan
lahirlah
kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan.
Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar
bahwa tubuhnya
lemah,
namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia
bekerja
sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3.
Sistem pengetahuan.
Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh
dari
pemikiran sendiri, disamping itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan manusia
mengingat- ingat
apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang
lain
melalui bahasa. menyebabkan pengetahuan menyebar luas. Lebih-lebih bila
pengetahuan
itu dibukukan, maka penyebarannya dapat dilakukan dari satu generasi ke
generasi
berikutnya.
4.
Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan
tingkat kehidupan
manusia
secara umum terus meningkat
5.
Sistem Teknologi dan Peralatan.
Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari
pemikirarmya
yang
cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan
erat,manusia
dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaannya itulah
manusia
dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.
6. Bahasa.
Merupakan
produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada
mulanya
diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam
bentuk
bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.
7. Kesenian.
Merupakan
hasil dari manusia sebagai homo aestetieus. Setelah manusia dapat
mencukupi
kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan.
Manusia
bukan lagi semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu
pandangan
mata yang indah, suara yang merdu, yang
semuanya dapat dipenuhi melalui
kesenian,
Ø WUJUDKEBUDAYAAN
Menurut
dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Wujud
ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat
pada
kepala-kepala
manusia yang menganutnya. atau
dengan perkataan lain. dalam alam pikiran
warga
masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup. Kalau warga masyarakat tadi
menyatakan
gagasan mereka dalam tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal sering berada
dalam
karangandan buku-bukuhasil karya para penulis wargamasyarakatyang bersangkutan.
Sekarang
kebudayaan ideal juga banyak tersimpan dalam disk. arsip. koleksi micro film
dan
microfish.
2. Kompleks
aktivitas :
Berupa
aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati
atau
diobservasi.
Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri
dariaktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi, berhubungan. serta
bergaul satu dengan yang lain daridetik ke detik, dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun, selalu menurut
pola-pola tertentu
yang
berdasarkan adat tata kelakuan. Sebagai
rangkaian aktivitas manusia dalam masyarakat,
sistem
sosial bersifat konkret, terjadi disekeliling kita sehari-hari, bisa
diobservasi, difoto dan
didokumentasi.
3.
Wujud sebagai benda :
Aktivitas
manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan
sebagai
hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut
menghasilkan
benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik
yang
kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai
pada
benda
yang bergerak.
Sebaliknya, kebudayaan
fisik
membentuk suatu lingkungan hidup tertentu yang makin lama makin menjauhkan
manusia
dari
lingkungan alamiahnya sehingga mempengaruhi pula pola-pola perbuatannya, bahkan
juga cara berpikirnya.
Ø ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut
C.Kluckhohn dalam
karyanya
Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua
kebudayaan
di
dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu
:

Ø PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan
berubah, sekalipun
Masyarakatdan
kebudayaan primitive yangterisolasidari berbagaihubungandengan masyarakat
lainnya.
Tidak ada kebudayaanyang statis,semua
kebudayaanmempunyaidinamika dan gerak.
Gerak
kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang
menjadi
wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan
hubungan-hubungandenganmanusialainnya.Artinya,karena
terjadihubunganantarkelompok
manusia
di dalam masyarakat.
Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakatdan kebudayaan
sendiri, misalnya
perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2. Sebab-sebabperubahanlingkunganalamdan fisik tempatmereka hidup. Masyarakat
yang hidupnya terbuka. yang berada dalamjalur-jalur hubungan dengan masyarakat
dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembagakemasyarakatan didalam suatu masyarakat.yangmempengaruh
system sosialnyatermasukdi dalamnya nilai-nilai,
sikap-sikap
dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompokdalam masyarakat.
Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem
ide yang dimiliki
bersama
oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan.
antara
lain aturan-aturan. norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam
kehidupan.
juga
teknologi, selera, rasa keindahan (kesenian). dan bahasa.
Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya
suatu
masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara
mereka
terjadi
hubungan-hubungan. mungkin dalam lapangan perdagangan. pemerintahan dan
sebagainya.
Beberapa
masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
A.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima.
B.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima.
C.
Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang barn.
D.
Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut,
1.
Pada umumnya unsur-unsur
kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
a. Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama
sangat mudah dipakai
dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang
menerimanya. Contohnya
alat tulis menulis yang banyak
dipergunakan orang Indonesia diambil dari
unsur-unsurkebudayaan Barat.
b. Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar, misalnya radio.
komputer,
telephone yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat
komunikasi.
c. Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan
masyarakat yang
menerima unsur-unsur tersebut, seperti mesin penggiling padi
yang dengan biaya
murah serta pengetahuan teknis yang sederhana, dapat digunakan
untuk
memperlengkapi pabrik -pabrik penggilingan.
2.
Unsur-unsur kebudayaan yang sulit
diterima oleh sesuatu masyarakat adalah misalnya :
a. Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi,
falsafah hidup dan
lain-lain.
b. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses
sosialisasi. Contoh yang
paling mudah adalah soal makanan pokok
suatu masyarakat. Nasi sebagai makanan
pokok sebagian besar masyarakat Indonesia sukar sekali
diubah dengan makanan
pokok yang lainnya.
3.
Pada umumnya generasi muda dianggap scbagai
individu-individu yang cepat menerima
unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi
tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru
Sebaliknya belum menetapnya unsur-unsur atau
4. Suatu masyarakat yang terkena proses
akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individuyang sukar sekali atau bahkan
tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Perubahan-perubahan masyarakat dianggap oleh golongan tersebut sebagaikeadaan
krisis yang membahayakan keutuhan masyarakat.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu
unsur kebudayaan
baru
diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan
atau kontak dengan kebudayaan dan dengan
orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai
yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan
oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam
keseluruhan pranata yang ada,
maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus
disensor dulu oleh
berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat
turut menentukan proses penerimaan kebudayaan
baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan
baru.
4.
Suatu unsur kebudayaan diterima
jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan
yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang
baru tersebut.
5.
Apabila unsur yang baru itu memiliki
skala kegiatan yang terbatas, dan
dapat dengan
mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang
bersangkutan.
Ø KAITAN MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah :
manusia sebagai
perilaku
kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai
dwitunggal, maksudnya bahwa
walaupun
keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan.
dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia
agar
sesuai dengannya.
Proses
dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana
manusia mengekspresikan dirinya dengan membangundunianya. Melalui eksternalisasi
ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana
masyarakat menjadi realitas obyektif. yaitu suatu
kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan
manusia. Dengan demikian
masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi
bahkan membentuk
perilaku manusia.
3. Intemalisasi. yaitu proses dimana
masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnyabahwa manusia mempelajari
kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup denganbaik,
sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Manusia dan
kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan
hampir
semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia
mempunyai
empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai :
1. Penganut Kebudayaan
2. Pembawa Kebudayaan
3. Manipulator Kebudayaan
4. Pencipta Kebudayaan